Selasa, 04 Agustus 2015

puisi



My savior
Ketika kesendirian,kehilangan,ketakutan,kesedihan dan ketiadaan menghampiri kita
Mereka seakan tak ada lagi
Begitu piluh rasanya, sakit yang teramat dalam
Tiada harapan,seperti hidup rasanya begitu hampa
Saat kehadiran orang tua tidak kita rasakan lagi,saat serasa kita tidak punya sahabat,saat teman-teman serasa menghindari kita,serasa tidak punya saudara lagi
Saat itulah muncul dalam pikiranmu untuk apa lagi kamu harus hidup
Tidak ada yang harus kamu perjuangkan lagi
Tangis dan keterpurukanmu serasa hanya kamu yang bisa merasahkan itu
Tidak ada lagi tempatmu berkeluh kesa
Tidak ada lagi tempatmu menyandarkan kepalamu
Apa yang kamu rasakan saat itu mungkin itulah yang kamu sadari sebagai lautan neraka hidupmu
Lalu sejenak ,kamu ingin kembali bangkit
Siapa yang membantumu  ? Apakah masih ada yang mempedulikanmu ?
MATI rasanya,tetapi  kamu tersadar ,bahwa ada yang lebih berkuasa yang dapat menemanimu,yang dapat membantumu tuk bangun kembali
Dia adalah sang penciptamu Tuhan sang ilahi
Saat itu kamu baru menyadari bahwa selama ini kamu telah mengabaikannya
Dia yang selalu kamu abaikan,yang jarang kamu pedulikan kini dia yang membantumu saat semuanya tlah meninggalkanmu
Kini kamu bangkit bersama dia,dan tidak setiap detikpun kamu menghabiskan waktumu tanpa dia
Sekarang kamu menyadari,bahwa
Tidak selamanya apa yang bisa kamu lihat adalah sesuatu yang ada
Kadang apa yang tidak bisa kamu lihat ,merekalah yang selalu ada.
Jangan hanya melihat tetapi juga dengar,janagan hanya mendengar tetapi kamu juga perlu merasakan
Jadi lihatlah dengar dan rasakan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar