Selasa, 13 Oktober 2015

Laporan Eldas



BAB I
PENDAHULUAN
I.1.Latar Belakang
Salah satu hal yang sangat penting dalam kehidupan kita adalah listrik. Dalam kehidupan manusia listrik memiliki peran yang sangat penting. Kebanyakan dari peralatan yang ada di sekitar kita menggunakan listrik. Listrik dapat menyelesaikan pekerjaan kita dengan mudah.Setiap zat mempunyai komponen dasar yang di sebut dengan atom.Menurut atom Bohr,yang masih di pakai hingga saat iniatom terdiri dari inti atom yang di kelilingi komponen yang disebut elektron.Selain elektrom atom juga mempunyai komponen lain yangdi sebut proton dan neutron yang keduanya terdapat pada inti atom(Adi Agung nugroho.2010.hal 7).

Elektron mempunyai kecenderungan untuk saling tolak-menolak dan saling tarik menarik dengan proton,kecenderungan tersebut disebut sebagai muatan negatif.Di sisi lain terdapat juga muatan positif yaitu kecenderungan proton untuk saling tarik-menarik terhadap elektron dan tolak menolak dengan sesama proton.Komponen atom ketiga yaitu neutron tidaklah bermuatan atau dengan kata lain bermuatan netral.Jumlah proton dan neutron dalam suatu atom adalah tetap,berbedah dengan elektron yang dapat berubah jumlahnya.Dalam keadaan tertentu dapat berpindah dari suatu ato ke atom lainnya.Jika suatu atom kelebihan elektron maka atom tersebut bermuatan negatif,begitupun sebaliknya ,jika kekurangan elektron maka atom tersebut akan bermuatan positif.Suatu atom dikatan bermuatan netral jika mempunyai jumlah elektron dan proton yang sama ,adapun satuan muatan listrik adalah Coulombs (c) (Adi Agung Nugroho,2010,hal.8).

Listrik sendiri dibagi menjadi dua jenis yaitu arus listrik AC dan DC. Dalam makalah ini kami akan membahas mengenai apa yang dimaksud dengan arus listrik DC atau rangkaian arus searah. Arus listrik dapat dibedakan menjadi dua, yaitu arus searah dan arus bolak-balik. Sedangkan arus listrik bolak balik atau AC (Alternating Current) adalah arus yang arahnya dalam rangkaian berubah-ubah (sinusoidal) dalam selang waktu yang teratur.Adapun beberapa jenis komponen elektronik yang paling umum,diantaranya resistor,kapasitor,dan induktor,komponen-komponen ini biasanya di sebut komponen-komponen pasif karena tidak dapat dengan sendirinya membangkitkan tegangan atau arus.Pemahaman terhadap karakteristik dan aplikasi dari komponen-komponen pasif merupakan hal yang sangat penting memahami cara kerja dan rangkaian-rangkaian yang di gunakan dalam alat ukur listrik(Toleey Mike,2003,hal.20)

I.2.Ruang Lingkup
Pada percobaan ini diawali dengan pengenalan alat dan komponen listrik, kemudian dilanjutkan dengan pengkalibrasian alat-alat ukur seperti multimeter dan osiloskop. Kemudian dilakukan pengukuran dan perhitungan resistansi pada beberapa resistor, nilai kapasitansi pada kapasitor, dan pembacaan nilai induktansi pada induktor. Dilakukan pula perhitungan terhadap waktu, pada saat  pengisian dan pengosongan kapasitor.
I.3.Tujuan Paktikum
Adapun tujuan dari praktkum ini yaitu:
1)      Mampu menggunakan alat-alat ukur seperti ampere meter,voltmeter,dan multimeter untuk mengukur besaran-besaran elektronik yang diperlukan
2)      Mampu menggunakan osiloskop untuk berbagai pengukuran
3)      Mampu menggunakan berbagai komponen listrik
4)      Memaham dan mengerti cara mengukur pembebanan catu daya
5)      Mengukur waktu RC pada pengisian dan pengosongan kapasitor














BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

II.1.Komponen-Komponen Listrik
Untuk memahami cara perakitan di bidang elektronika,kita harus mengenal beberapa komponen-komponen yang sering digunakan untuk memahami bagaimana suatu rangkaian listrik dapat bekerja sesuai dengan komponen-komponen yang di rakit dengan efek masing-masing.Adapun macam-macam komponen listrik dan alat-alat ukur listrik (H. Zaki M,2005,hal.13):

      Komponen Pasif:
     Tahanan (Resistor)        -   ohm (Ω)
     Kapasitor (Capacitor)    -   farad (F)
     Induktor (Inductor)       -    henry (H)
      Komponen Aktif :
     Dioda
     Transistor
     LED(light Emitting Diode )
      Alat ukur Listrik
     volmeter
     multimeter
     osiloskop
     amperemeter
     ohmmeter
II.1.Komponen Pasif
a.Resistor(Tahanan)
 Konsep resistansi sebagai sesuatu yang melawan arus.Bentuk-bentuk resistor konvensional mengikuti suatu hukum"hukum garis lurus",ketika tegangan di plot terhadap arus.





    Tegangan         
                   Kemiringan Besar=resistansi tinggi
  

                                         kemiringan kecil=resistansi rendah  
                                                        Arus

Gambar.II.1 tegangan di plot terhadap arus untuk dua nilai resistor yang berbedah(kemiringan grafik sebanding dengan nilai resistan)

Resistor dapat berperan sebagai beban untuk mensimulasi keberadaan suatu rangkaian selama pengujian.Spesifikasi-spesifikasi untuk suatu resistor umumnya meliputi nilai resistansi(Ω=ohm),(kΩ=kiloohm),(mΩ=mega ohm)nilai ketepatan atau toleransi ,dan rating daya dengan atau lebih besar daripada disipasi daya maksimumnya(Toleey Mike.2003.hal.19).

b.Kapasitor
Kapasitor adalah komponen elektronika yang dapat menyimpan muatan listrik.Struktur sebuah kapasitor terbuat dari 2 buah plat metal yang di pisahkan oleh bahan dielektrik(H Zaki M,2005,hal 13).

Bahan-bahan dielektri yang umum dikenal misalnya udara vakum,keramik,gelas,dan lain-lain.Jika kedua ujung plat metal diberi tegangan listrik ,maka muatan-muatan positif akan mengumpul pada salah satu kaki(elektroda) metalnya dan pada saat yang sama muatan-muatan negatif terkumpul pada ujung metal yang satu lagi(H Zaki M,2005,hal 14).

Muatan positif tidak dapat mengalir menuju ujung kutub negatif dan sebaliknya muatan negatif tidak dapat menuju ke ujung kutub positif,karena terpisah oleh bahan di elektrik yang non-konduktif.Muatan elektrik ini tersimpan selama tidak ada konduksi pada ujung-ujunh kakinya.dialam bebes fenomna kapasitor terjadi pada saat terkumpulnya muatan-muatan positif dan negatif di awan(H Zaki M,2005,hal 14).

      Dielektrik
            


                                                   
            Elektroda                                           Elektroda                                                                    
                                                                                                                                                        



                           Gambar II.2.prinsip dasar  kapasitor                                                            

Dalam pembuatan kapasitor,kapasitansi di hitung dengan mengetahui luas area plat metal,jarak antara kedua plat metal dan konstanta bahan dielektrika.Untuk rangkaian elektronik praktis ,satuan farads adalah sangat besar.Konversi satuan penting diketahui untuk memudahkan membaca besaran sebuah kapasitor(H Zaki M,2005,hal 15).

Kapasitor lektrostatis adalah adalah kelompok kapasitor yang di buatdengan bahan dielektrik dari keramik,film,dan mika.Keramik dan mika adalah bahan yang populer serta murah untuk membuat kapasitor dengan kapasitansi kecilYang termasuk bahan dielektrik film adalahbahan-bahan material seperti polyester umumnya kapasitor kelompok ini adalah non-polar(H Zaki M,2005,hal 16).

Kelompok kapasitor elektrolitik terdiri dari kapasitor-kapasitor yang dielektriknya adalah lapisan metal-oksida.Umumnya kapasitor termasuk kelompok ini adalah kapasitor polar dengan tanda + dan – di badannya.Kapasitor ini dapat memiliki polaritas karena proses pembuatannya menggunakan elektrolisa sehingga terbentuk kutub positif anoda dan kutub negatif katoda .Dalam hal ini lapisan metal-oksida sebagai di elektrik.Lapisan metal-oksida ini sangat tipis ,sehingga dengan demikian dapat dibuat kapasitor yang kapasitansinya cukup besar(H Zaki M,2005,hal 16-17).

Satu jenis kapasitor lain adalah kapasitor lain adalah kapasitor elektrokimia.Yang termasuk kapasitor jenis ini adalah baterai dan accu.Pada kenyataannya baterai dan accu adalah kapasitor yang sangat baik,karena memiliki kapasitansi yang besar dan arus bocor yang sangat kecil.Tipe kapasiotor jenis ini juga masih dalam pengembangan untuk memndapatkan kapasitansinya yang besar namun kecil dan ringan seperti untuk aplikasi mobil elektrik dan tetepon seluler(H Zaki M,2005,hal 18).
         
C.Induktor
Arus listrik yang melewati kabel,jalu-jalur PCB dalam satu rangkaian berpotensi untuk menghasilkan medan induksi.Ini yang sering menjadi pertimbangan dalam mendesain PCB supaya bebasdari efek induktansi terutama jika multilayer(H Zaki M,2005,hal 26).

Induktor merupakan alat untuk menyimpan energi listrik dalam bentuk medan-magnetik.Aplikasi-aplikasinya yang umum mencakup perangkat choke,filter dan rangkaian pemilih frekuensi.Karakteristik-karakteristik listrik dari sebuah induktor ditentuhkan oleh sejumlah faktor yang diantaranya adalah bahan inti ,jumlah lilitan dan dimensi-dimensi fisik kumparannya(tooley Mike,2003,hal.38)

Dalam prateknya,setiap kumparan memilki baik induksi(L) maupun reistansi(R) .Dalam kenyataannya induktansi dan resistansi kedua-duanya terdistribusi di seluruh bagian komponen namun akan lebih mudah apabila kita melakukan induktansi dan resistansi sebagai dua komponen yang terpisah pada waktu kita menganalisis rangkaian.Jika sebuah saklar dibiarakan terbuka,tidak akan ada arus yang mengalir sehingga tidak ada fluks magnetik yang dihasilkan induktor.Jika saklar di tutup arus akan mulai mengalir seiring dengan berpindahnya energi dari sumber untuk membangkitkan medan magnetik.Akan tetapi perubahan fluks magnetik yang dihasilkan akibat timbulnya arus akan menghasilkan tegangan(g.g.l induksi) pada kumparan yang melawan g.g.l yang di timbulkan oleh baterai(tooley Mike,2003,hal.38).

G.g.l induksi adalah hasil dari perubahan fluks dan berhasil mencegah kenaikan arus yang seketika di dalam rangkaian.Arus bertamabah secra perlahan hingga mencapai suatu nilai maksimum dengan kecepatan yang ditentuhkan oleh rasio induktansi (L) terhadapresistansi (R) yang terdapat dalam di rangkaian. Setelah beberapa saat akan tercapai suatu kondisisteady state(tidak bertamabah-tidak berkurang) dimana pada kondisi ini tegangan pada induktor telah berkuarang menjadi nol dan arus akan mencapai suatu nilai maksimum ditentukan oleh rasio V terhadap R ) atau tepatnya hukum Ohm.Jika pada kondisi steady state di capai saklar dibuka ,medan magnetik akan hilang secara tiba-tiba dan energi akan di kembalikan ke rangkaian dalam bentuk "g.g.l balik" yang akan timbul pada kumparan tersebuut bersamaan dengan hilangnya medan (tooley Mike,2003,hal.39).

d.Trasformator
Transformator adalah alat yang mempunyai fungsi menaikan atau menurunkan tegangan input atau menurunkan tegangan output. Trasformator yang berfungsi untuk menaikan tegangan input adalah trafo step up. Sedangkan Transformator yang mempunyai fungsi menurunkan tegangangan adalah trafo step down.  Cara kerja trasformator : Arus bolak - balik ( AC ) melewati koil utama ( kumparan primer ) yang menginduksi arus bolak - balik di koli kedua ( kuparan sekunder )(tooley Mike,2003,hal.40).
 
II.2 .Komponen Aktif :
a)Dioda
Dioda adalah komponen paling sederhana yang terbuat dari bahan semikonduktor.Kebanyakan jenis material yang digunakan untuk pembuatan dioda adalah silikon.Dioda mempunyai dua kaki yaitu : Anoda ( A) dan Katoda (K).Pada dasarnya dioda adalah hubungan dari dua material yang berebedah tipe.Hubungan dari kedua materia  hanya dapat meneruskan arus jika diberi tegangan bias maju,yaitu anodah dihubungkan dengan terminal positif catu daya dan katoda dengan terminal positif catu daya.Jika hubungan dengan catu daya dibalik ,maka dikatakan bahwa dioda mengalami tegangan bias mundur dan dioda tidak dapat mengalirkan arus.Karakteristik hubungan anodah-katoda meneybabkan dioda digunakan sebagai penyearah arus(Adi Agung Nugroho,2010,hal.27-28).
 

 




Gambar II.3.Bentuk dan lambang dioda
Dioda atau sering disebut sebagai rectifier/penyearah hanya dapat melewatkan arus pada satu arah saja.Dioda dapat dianalogikan sebagai check valve hanya dapat mengalirkan aliran pada satu arah saja,tidak pada arah sebaliknya(Adi Agung Nugroho,2010,hal.28).

Dioda yang sebenarnya (silikon) tidak akan mengalirkan arus untuk tegangan bias maju di bawah 0 V.Jika tegangan yang diberihkan lebih dari antara 0-0,7 maka akan terjadi sedikit pertambahan arus yang mengalir pada dioda.Untuk tegangan lebih dari 0.7 V maka akan terjadi pertambahan arus secara mendadak dengan hubungan yang tidak linear dengan tegangan yang diberihkan.Dioda merupakan alat dengan dua terminal dan terbentuk dari dua jenis semikonduktor yang tersambung.Alat ini mampu dialiri oleh arus secara mudah dalam satu arah,tetapi amat sukar dalam arah kebalikan.Aliran arus pada dioda mengalir dari ujung anoda ke katoda(Adi Agung Nugroho,2010,hal.29).

Untuk menederhanakan analisis ,dioda biasanya dimodelkan sebagai dioda ideal ,yaitu dioda akan aktif penuh(arus listrik akan mengalir) jika dioda diberihkan tegangan lebih besar atau sama dengan nol.Dengan kata lain dinyatahkan bahwa pada saat diberihkan tegangan bias   maju dioda ideal mempunyai resitansi nol dan saat diberikan tegangan mundur mempunyai resitansi tak terhingga .Selain dioda ideal dapat juga digunakan pendekatan dioda nyata,yaitu saat aktif dioda memberihkanpenurunan tegangan sebesar 0,6-0,7.Jika diberikan tegangan bias mundurdioda tidak mengalirkan arus hnggategangan mencapai nilai tertentu yang disebut breakdonw voltage.Jika breakdown voltage terlewatimka dioda mengalami kerusakan dan akan terdapat arus mengalir ,yang disebut dengan kebocoran arus atau arus bocor.Besarnya breakdown voltage berkisar antara beberapa puluh volt ,hingga ribuan volt tergantung jenis dioda(Adi Agung Nugroho,2010,hal.30).

Untuk jenis generator purpose rating dioada dinyatahkan dengan arus maksimal dan breakdonw voltagenya.Fungsi utama dioda adalah penyearah arus dari arus AC menjadi arus DC.Pada umumnya nilai breakdown voltage dioda bernilai cukup tinggi(>50V).Namun terdapat satu jenis dioda yang besarnya nilai  breakdown voltage tertentu maka dioda zener dapat mempertahankan tegangan hingga mendekati konstan pada rentang besar arus yang lebar.karakteristik ini membuata dioda zener sering digunakan sebagai regulator tegangan stabil untuk variasi nilai catu daya dan resitansi beban(Adi Agung Nugroho,2010,hal.31).

b)Transistor
Transitor adalah penemuan yang membuka jalan dalam pengembangan elektronika,rangakaian terpadu dan digital yang telah mempengaruhi semua bidang kehidupan manusia.Berbeda dengan anoda ,transistor memiliki tiga bagian masing-masing berupa lapisan material semikonduktor,yaitu kolektor ,emitor,dan basis.Terdapat dua jenis transistor yaitu NPN dan PNP.Transistor jenis NPN lebih banyak dipergunakan dibandingkan PNP.Kolektor dan emitrterbuat dari material N yang mengapit basis yang terbuat dari material P yang tipis.Saat basis tidak mendapatkan arus maka tidak ada arus yang mengalir pada kolektor dan emitor.Jika transistor diberihkan arus kecil dari kolektor ke emitor .Dengan karakteristik inilah maka transistor dikatakan berfungsi sebagai penguat arus,walaupaun sebetulnya lebih tetap dikatakan sebagai pengendali arus,yaitu arus kecil dapat mengendalikan arus yang besar.Hubungan antara arus dan tegangan pada transistor adalah(Adi Agung Nugroho,2010,hal.32-33) :
iE=iC+iB                                                                                          ….(2.1)
iC=hFEiB                                                                                         ….(2.2)
VBE=VB-VE                                                                                   ….(2.3)
VCE=VC-VE                                                                                   ….(2.4)
hFE, atau sering disebut sebagai ,adalah faktor penguta arus.

Berdasarkan penggunaan mode operasinya transistor dibagi menjadi dua jenis yaitu transistor sinyal dan transistor daya.Transistor sinyal beroperasi pada daerah linera sehingga berfungsi sebagai penguat arus sedangkan transistor daya banyak dipakai dalam rangkaian mekatronika dan difungsikan sebagai pemicunya(Adi Agung Nugroho,2010,hal.35).

II.3.Alat Ukur Listrik
Control is by springs and damping is by air friction.The defection torgue is proportional to the product of the two windings.These instruments are suitable for both DC and AC.Since the defection is proporsional to the average power and the spring control torque is proportional to the deflection,the scale is linear(Sumbramanyam P S.2008.hal 620).

Untuk mengetahui besaran listrik DC maupun AC seperti tegangan, arus, resistansi,daya, faktor kerja, dan frekuensi kita menggunakan alat ukur listrik.Adapun syarat dari sebuah alat ukur yaitu dapat dipakai tidak menghambat sistem atau variabel yang sedang diukur ,untuk mendapatkan itu semua diperlukan alat ukur yang ideal,yang sempurna dalam melakukan pengukuran .Alat ukur, adalah perangkat untuk menentu kan nilai atau besaran dari kuantitas atau variabel.Alat Ukur listrik sngat beragam tetapi yang akan di bahas pada bagian ini tidak semua dari alat ukur lstrik melainkan hanya ada beberapa yang akan di bahas yaitu diantaranya(Cooper william david.1985.hal 49):

a.Amperemeter
Amperemeter adalah alat ukur listrik yang digunakan untuk mengukur aliran muatan listrik atau arus listrik.Ampermeter adalah alat untuk mengukur kuat arus listrik. Berdasarkan arus listrik yang diukurnya ampermeter dibedakan atas ampermeter DC dan ampermeter AC.Amperemeter bekerja berdasarkan prinsip gaya magnetik (Gaya Lorentz). Ketika arus mengalir melalui kumparan yang dilingkupi oleh medan magnet timbul gaya lorentz yang menggerakan jarum penunjuk menyimpang. Apabila arus yang melewati kumparan besar, maka gaya yang timbul juga akan membesar sedemikian sehingga penyimpangan jarum penunjuk juga akan lebih besar. Demikian sebaliknya, ketika kuat arus tidak ada maka jarum penunjuk akan dikembalikan ke posisi semula oleh pegas. Besar gaya yang dimaksud sesuai dengan Prinsip Gaya Lorentz(Cooper william david.1985.hal 72):
            F = B.I. L.                                                                                           …(2.5)
b.Multimeter
Salah satu instrumen bengkel untuk pemakaian umum yang paling terandalkan  yang mampu untuk mengukur tegangan DC dan AC seperti halnya arus dan tahanan adalah multimeter atau VOM.Walaupun detail rangkaian ini bervariasi dari satu instrumen ke yang lainnya umumnya sebuah multimeter elektronik mengandung elemen-elemen,seperti penguat DC jembatan setimbang,pelemah masukan atau saklar rangkuman (Range),rangkaian penyearah,baterai internal dan rangkaian tambahan dan rangkaian fungsi (Cooper william david,1985,hal 264).
Multimeter adalah alat ukur listrik yang dapat digunakan untuk mengukur arus, tegangan , dan hambatan listrik. Alat ini memakai suatu besaran meteran dan memakai sistem selektor putar, sehingga mampu mengukur arus, tegangan dan hambatansampai jejnjang yang lebih tinggi.Rentang arus dan tegangan yang diukur disesuaikan dengan besar kecilnya besaran yang diukur.Jenis Multimeter,ada dua yaitu(Cooper william david,1985,hal 264):
1)Multimeter Non Elektronis
Multimeter jenis bukan elektronik kadang-kadang disebut juga AVO-meter, VOM    (Volt-Ohm-Meter), Multitester, atau Circuit Tester. Pada dasarnya alat ini merupakan gabungan dari alat ukur searah, tegangan searah, resistansi, tegangan bolak-balik. Untuk mengetahui fungsi dan sifat multimeter yang dipergunakan pelajarilah baik-baik spesifikasi teknik (technical specification) alat tersebut(Cooper william david,1985,hal 265).
  2)Multimeter Elektronis
Multimeter ini dapat mempunyai nama: Viltohymst, VTM + Vacuum Tube Volt Meter, Solid State Multimeter = Transistorized Multimeter. Alat ini mempunyai fungsi seperti multimeter non elektronis. Adanya rangkaian elektronis menyebabkan alat ini mempunyai beberapa kelebihan. Bacalah spesifikasi alat tersebut. Perhatikan " resistasi dalam" (input resistance, input impedance) pada pengukuran tegangan DC dan AC(Cooper william david,1985,hal 265).

c.Voltmeter
Voltmeter adalah alat untuk mengukur beda potensial listrik. Berdasarkan beda potensial listrik yang diukurnya voltmeter dibedakan atas voltmeter DC dan voltmeter AC. Voltmeter DC digunakan untuk mengukur beda potensial listrik DC, voltmeter AC digunakan untuk mengukur beda potensial listrik AC. Untuk memperoleh hasil ukur yang baik, maka kedua jenis voltmeter DC dan AC ini tidak boleh dipertukarkan pemakaiannya(Cooper william david,1985,hal 66).
There is no difference in the operating principle of a voltmeter or ammeter and hence they are generally classified together.To the voltage to be measured,and that in an ammeter is of low resistance ,so that when it is concneedted in series with the circuit and carries the current to be measured,the voltage drop across it is small.Lkewise a voltmeter.Which is connected across the voltage to be measured,must be of high resistance so that the current drawn by it is small,In this section we discuss the moving coil ammeters and voltmeters(Sumbramanyam P S.2008.hal 614).
d.Ohmmeter
Ohmmeter adalah alat untuk mengukur hambatan listrik. Pada dasarnya, ohmmeter adalah sebuah galvanometer yang dilengkapi dengan shunt dan dihubungkan seri dengan sebuah baterai, sehingga ketika kedua ujung terminalnya dihubungkan dengan suatu hambatan akan mengalir arus dari bateri ke hamatan yang diukur itu, kemudian masuk ke galvanometer yang sudah dilengkapi shunt sehingga berfungsi sebagai ampermeter. Kuat arus yang melalui ampermeter itu nilainya dikalibrasi menjadi nilai hambatan yang diukur.Adapun cara kerja dari Ohmmeter adalah menggunakan galvanometer untuk melihat besarnya arus listrik yang kemudian dikalibrasi kesatuan ohm. Telah diketahui bahwa tahanan arus listrik suatu benda baru dapat diukur bila dialirkan arus listrik kebenda tersebut. Pada Ohmmeter prinsipnya adalah benda dialiri listrik dan diukur tahanan listriknya(Cooper william david,1985,hal.74-75,77-78).
e.Osiloskop
Osiloskop adalah salah satu alat ukur yang dapat menampilkan bentuk dari sinyal listrik yang juga sering disebut dengan CRO. Dengan Osiloskop kita dapat mengetahui dan mengamati frekuensi, periode dan tegangan AC atau DC, fasa dan berbagai bentuk gelombangdari sinyal. Osiloskop terdiri dari dua bagian utama yaitu display dan panel kontrol(Cooper william david,1985,hal.189).
 Display menyerupai tampilan layar televisi hanya saja tidak berwarna warni dan berfungsi sebagai tempat sinyal uji ditampilkan. Pada layar terdapat garis-garis melintang secara vertikal dan horizontalyang membentuk kotak-kotak .Arah horizontal mewakili sumbu waktu dan garis vertikal mewakili sumbu tegangan. Pada bagian panel kontrol osiloskop terdapat dua kanal yang bisa digunakan untuk melihat dua sinyal yang berlainan, sebagai contoh kanal satu untuk melihat sinyal masukan dan kanal dua untuk melihat sinyal keluaran.Contoh beberapa kegunaan osiloskop (Cooper william david,1985,hal.190):
•Mengukur
besar tegangan listrik dan hubungannya terhadap waktu.
•Mengukur frekuensi sinyal berasoaiasi
•Mengecek jalannya suatu sinyal pada sebuah rangkaian listrik.
•Membedakan arus AC dengan arus DC.
• Mengecek noise pada sebuah rangkaian listrik dan hubungannya terhadap waktu
















BAB III
METODOLOGI PERCOBAAN
III.1.Waktu dan Tempat Percobaan
Percobaan komponen dan alat ukur listrik ini dilaksanakan pada hari kamis, 01 Oktober 2015, pukul 13.00 – 15.30 WITA, di Laboratorium Instrumentasi dan Elektronika Jurusan Fisika Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Hasanuddin Makassar.
III.2.Alat dan Bahan
III.2.1.Alat Beserta Fungsinya
a.Multimeter
Gambar III.1.Multimeter
Berfungsi mengukur arus listrik,tegangan listrik,dan hambatan listrik
 b.Osiloskop  
Gambar III.2.Osiloskop
Alat ukur elektronika yang berfungsi memproyeksikan bentuk sinyal listrik
c.Signal Generator
Gambar III.3.Signal Generator
Berfungsi sebagai Sumber input arus dan tegangan listrik dan untuk  masukan isyarat sinusoidal.

  d.Catu Daya
Gambar III.4.Catu Daya
Berfungsi sebagai sumber listrik.

  e.Papan Rangkaian
Gambar III.5.Papan Rangakaian
Berfungsi sebagai media rangkaian komponen elektronika.

  f.Kabel Jumper
Gambar III.6.Kabel jumper
Berfungsi menghubungkan komponen – kompenen pada papan rangkaian dan dapat pula berfungsi sebagai kabel penghubung.
  g.Stopwath
Gambar III.7.Stopwath
Berfungsi untuk mengukur waktu pada saat pengisian dan pengosongan kapasitor
III.2.2.Bahan Beserta Fungsinya
 a.Resistor
Gambar III.7.resistor
Berfungsi sebagai penahan arus yang mengalir dalam suatu rangkaian, dimana dalam percobaan ini sebagai komponen yang diukur hambatannya.
 
b.Kapasitor
Gambar III.8 Kapasitor
Digunakan untuk menyimpan arus sementara.

  c.Induktor berfungsi sebagai Pengatur Frekuensi
Gambar III.9.I            Induktor
Brfungsi sebagai  Pengatur  Frekuensi serta menyimpan energi listrik dalam waktu yang singkat, dalam percobaan ini sebagai komponen yang diukur hambatannya.

d.Dioda LED
Gambar III.10. LED
Berfungsi menghantar listrik ke satu arah dan menghambat listrik di arah lain, dimana dalam percobaan ini sebagai komponen yang diukur hambatannya.

III.3 Prosedur Percobaan
Adapun langkah – langkah dalam melakukan percobaan, yaitu :
1.        Menyediakan alat dan bahan
2.        Mengenal  satu  per satu  alat  ukur  dan  komponen elektronika, dan mempelajari cara penggunaannya.
3.        Menghitung hambatan pada resistor dengan cara manual, berdasarkan kode warna pada resistor.
4.        Mengkalibrasi alat ukur multimeter.
5.        Memasang resistor yang sama pada papan rangkaian dan mengukur hambatannya dengan menggunakan multimeter, kemudian membandingkannya dengan hasil yang diperoleh dengan cara yang manual.
6.        Mencatat nilai kapasitansi yang ada pada kapasitor.
7.        Mengukur hambatan kapasitor dengan multimeter, meskipun tidak mengambil data pada kapasitor
8.        Mengukur hambatan pada dioda untuk keadaan terpanjar maju dengan multimeter (tidak mengambil data)
9.        Mengukur hambatan pada komponen induktor dengan multimeter (tidak mengambil data)
10.     Prosedur Percobaan Untuk Pengisian muatan
1.Membuat rangkaian pengisian muatan kapasitor dengan rangkaian sederhana,dan   melakukan pengisian kapasitor.
2.Mengukur arus dan tegangan setiap 5 sekon,dan 10 sekon untuk    mendapatkan waktu RC sejak a dan b terhubung.
3.Mengganti Voltmeter dengan hubungan singkat setelah kapasitor terisi penuh dan melepaskan a dan b serta  melihat perubahannya.
11.     Prosedure Percobaan Untuk Pengosongan Muatan
1.Membuat rangkaian pengosongan muatan kapasitor dengan rangkaian sederhana,dan melakukan pengisian hingga  kapasitor penuh.
2.Menghubungkan a dan b sambil mengukur tegangan kapasitor
3.Melepaskan a dan b lalu menghubungkan b dan c agar kapasitor membuang muatan melalui R
4.Mengukur arus dan tegangan setiap 5 sekon,dan 10 sekon untuk mendapatkan waktu RC sejak b dan c terhubung.
12.    Mengkalibrasi osiloskop dengan cara – cara yang telah di ajarkan.


















BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

IV.1.Hasil
IV.1.1.Tabel Data
a.Pengukuran Komponen Pasif
No
Resistor

Resistansi Pengukuran

A
B
C
D
E
Teori
Praktek
1
Orange
Hitam
Orange
Emas

30x103±5%
29 kΩ
2
Coklat
Hitam
Hitam
Orange
Emas
100x103±5%
85 kΩ
3
Coklat
Hitam
Merah
Emas

10x102±5%
800Ω










b.Pengisian Kapasitor
No
Resistansi(Ohm)
Kapasitansi
I(A)
Vin
Vout
T(s)
1
30 kΩ
1000 mF
0,5
12 v
5 v
50
2
30 kΩ
1000 mF
0,4
12 v
7 v
10
3
30 kΩ
1000 mF
0,3
12 v
11 v
45

c.Pengosongan Kapasitor
No
Resistansi(Ohm)
Kapasitansi
I(A)
Vin
Vout
T(s)
1
30 kΩ
1000 mF
0,5
12 v
15
5
2
30 kΩ
1000 mF
0,45
12 v
14,5
10
3
30 kΩ
1000 mF
0
12 v
0
45

d.Resistor(PotensioMeter dan Trimpot)
No
Nama Resistor
Nilai badan
Resistansi kaki-kaki(Ohmmeter)
Kondisi
1-3
1-2
2-3
Baik
Buruk
1
PotensioMeter
5 kΩ
-
2
PotensioMeter
10 kΩ
-
3
Trimpot
1 kΩ
-

e.Resistor LDR
Perlakuan
Resistansi(Ohmmeter)
Diberi cahaya
Semakin terang maka resistansinya semakin rendah
Tidak di beri cahaya
Semakin gelap maka resistansinya semakin tinggi

f.Kapasitor
No
Jenis Kapasitor
Kapasitansi(kode dan Bahan)
Batas Kerja
1
Elco
330 mikro Farad
25 V
2
Keramik
10x102  pF
-
3
Mika
33x103  pF
-

g.Dioda
No
Jenis Doda
Pengujian
Keadaan
A-K
K-A
Baik
Buruk
1
Germanium
Ada nilai
0
-
2
Zener
Ada nilai
0
-
3
LED
Nyala
Tidak nyalah
-

h.Tegangan
No
Nilai Catu daya (V)
Hasil
AC
DC
1
9
11,2 v
13,5 v
2
10
12,5 v
14,5 v
3
11
13 v
16 v

i.Induktor-Kapasitor
No
L
RL
C
1
2,5Ω
19,5Ω
300 mA

IV.1.2.Pengolahan Data
R1 = 30000 Ω  ± 5%
Toleransi =  30000 x   = 1500Ω
Resistansi minimal = 30000 – 1500 = 28500 Ω
Resistansi maksimal = 30000 +1500  = 31500 Ω

R2 = 100000 Ω ± 5%
Toleransi =100000 x   = 5000Ω
Resistansi minimal = 100000 – 5000= 105000 Ω
Resistansi maksimal = 100000 + 5000 = 95000 Ω

R3 = 1000 Ω ± 5%
Toleransi = 1000 x   =  50 Ω
Resistansi minimal = 1000– 50 = 950 Ω
Resistansi maksimal = 1000 + 50 = 1050 Ω

IV.1.3.Gambar
IV.1.3.1Gambar Rangkaian pengisian
Gambar IV.1.Pengisian Muatan


IV.1.3.2Gambar Rangkaian pengosongan

                                    



Gambar IV.2.Pengosongan Muatan

IV.2.Pembahasan
Dari Percobaan komponen dan alat ukur Listrik,dapat  di ketahui bahwa pada setiap komponen atau alat ukur listrik tidak lepas dari kekurangan.Baik itu yang di timbulkan dari kesalahan pembacaan pada saat pengukuran atau kesalahan pada alat ukur itu sendiri.Pada pengukuran komponen pasif pada resistor dalam mengukur cincin warna berdasarkan teori pada cincin warna pertama  diperoleh nilai sebesar 30x103±5% dan secara praktek diperoleh 29 KΩ jadi antara teori dan praktek pada cincin pertama mempunyai hasil yang tidak jauh berbedah ini menandahkan bahwa pengukurannya sudah bagus.Pada cincin kedua di peroleh nilai berdasarkan teori yaitu 100x103±5% dan pada praktek diperoleh nilai hasil pengukuran sebesar 95 kΩ jadi antara teori dan praktek pada cincin kedua nilainya sudah benar.Pada cincin ketiga terjadi kesalahan pada teori diperoleh resistansi sebesar 1000 Ω dan pada teori hanya di peroleh resistansi sebesar 800 Ω sehingga terjadi selisi yang agak jauh berbedah anatar teori dan praktek.Adanya kesalahan pengukuran ini diakibatkan oleh kesalahan pembacaan atau ketelitian dan juga di pengaruhi oleh fungsi alat ukur yang digunakan.
Pada komponen resistor LDR diketahuai bahwa ketika LDR diberikan cahaya maka semakai tinggi resistansinya,dan ketika LDR tidak diberikan cahaya maka resistansinya semakain rendah,ini menunjukkan bahwa Resistansi LDR di pengaruhi oleh terang dan gelap atau kuat rendahnya cahaya.


BAB V
PENUTUP
V.1.Kesimpulan
Adapun kesimpulan dari percobaan ini yaitu ;
1.      Amperemeter berfungsi untuk menghitung arus, voltmeter berfungsi menghitung tegangan, dan multimeter berfungsi untuk menghitung arus, tegangan dan hambatan.
2.      Osiloskop berfungsi untuk memproyeksikan sinyal listrik.
3.      Komponen elektronika terdiri atas komponen aktif dan komponen pasif.
4.    Pada pengukuran resistansi pada resistor, terdapat perbedaan nilai resistansi secara teori dan secara praktikum. Hal ini disebabkan karena resistor  sering digunakan, begitupun pada komponen elektronika lain seperti kapasitor dan induktor.
5.    Pada saat pengisian kapasitor, tegangan  yang didapatkan hasilnya semakin besar, dan saat pengosongan kapasitor, tegangan  yang didapatkan nilainya semakin kecil.


V.2 Saran
V.2.1 Saran untuk Laboratorium
Perhatiakan alat – alat yang ada di laboratorium , yang rusak harusnya diperbaiki atau diganti sehingga menjadi layak pakai dan proses dalam praktikum tidak terhambat.

V.2.2 Saran untuk Asisten
Cara menjelaskan dalam praktikum cukup jelas, dan terus di tingkatkan.







DAFTAR PUSTAKA

Adi Agung nugroho.2010.Mekatronika.Yogyakarta:Graha Ilmu
Cooper william david.1985.Instrumentasi Elektronik dan Teknik Pengukuran Edisi Kedua .Jakarta: Erlangga
H.Zaki M.2005.Cara Mudah Merangkai Elektronika Dasar.Yogyakarta:Absolut
Sumbramanyam P S.2008.Basic Consepts Of Electrical Engineering. ….:BS Publications
Tooley Mike.2003.Rangkaian Elektronik Prinsip dan Aplikasi Edisi kedua.Jakarta: Erlangga

Tidak ada komentar:

Posting Komentar